Dipecat Gara-gara Status FB

Hari Minggu itu aku dapat giliran libur dan aku gunakan nginep dirumah seorang teman, jadi sabtu sore berangkat janjian bareng untuk misa lalu lanjut kerumah kakaknya tempat kami akan menginap. Rasanya enak sekali sesekali libur berada diluar asrama, jadi bebas tugas untuk bersih-bersih asrama hehehehe *curang deh* kebetulan pas ada temen lain juga yang libur bareng, jadi tugas piket dia yang tanggung hehehehe *minta dijitak nian si ulil nih*

Minggu sore aku balik lagi ke asrama dan lagi asyik-asyiknya dicurhatin temen sambil bisik-bisik datang temen yang lain dan langsung nrocos, “Depot *nama sapaan akrab untuk seorang temen kamar seberang* kejadian hari ini tolong jangan dicritaken ke mbak Lala ya.” Ah bener-bener ga tahu etika bener cewek bernama Yesong ini *nama akrab juga untuk teman sekamar*. Akhirnya aku cari tahu ada kejadian apa hari ini dan malam itu juga aku dapat informasinya.

Jadi nih, seorang temen yang kerja di dapur kedapatan mencuri sembako dan sudah beberapa kali ia melakukan pencurian ini untuk dikirim ke kampung halamannya. Semua orang sudah tahu termasuk suster, bruder dan romo direktur. Dalam pengakuaannya katanya sudah tiga kali ia melakukan aksi ini *susah dipercaya* bahkan ia juga yang mengambil uang teman-teman di asrama *belum lama ada dua orang kehilangan duit 100rb dan 50rb*.

Si teman yang nyuri ini dihadapan orang yang kehilangan uang dan kru dapur sudah mengaku sambil berurai air mata dan menyatakan ingin mengundurkan diri dari tempat kerja. Namun oleh suster dicegah mengingat ia masih belia dan masa depan yang panjang, akhirnya ia dimaafkan dengan perjanjian tidak akan mengulangi lagi *kembali ke masa percobaan 3 bulan*

Namun sepertinya tak ada mimik muka menyesal atau perasaan malu, ia justru mengunggah status ancaman di FB. Sementara dua orang yang kehilangan duit itu *satu sebagai saksi utama yang juga kemalingan duit 100rb, satunya lagi saudaranya sendiri yang kehilangan duit 50rb* mereka berdua merasa ketakutan dengan ancaman itu.

Akhirnya status itu sampai juga ditangan suster, bruder dan romo direktur. Oleh romo direktur langsung diambil tindakan tegas dan pada akhirnya si teman yang mencuri ini akan mengundurkan diri. Kabar pasti/resmi memang belum ada tapi info slentingan ini sangat kuat bahkan diyakinkan kebenarannya.

Ah…. malangnya….

Coba ia tak mengunggah status bernada ancaman untuk balas dendam, mungkin ia masih bekerja ditempat ini dan jadi teman kami semua, karena setelah kejadian tidak ada yang berubah diasrama putri, hubungan pertemanan tetap terjalin baik, kami tetap tertawa bersama, ngobrol, makan bareng bahkan merayakan ultah teman bersama-sama.

Ngetik cerita ini sambil ngelirik kardus dan tas koper yang sudah siap angkat rasanya…. duh… ngapa mesti kehilangan teman lagi? Tragisnya karna kasus yang tidak terpuji!

*hati-hati dengan status FB*

Advertisements

About ulillala

keep learning, writing, traveling, cooking and being me
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

9 Responses to Dipecat Gara-gara Status FB

  1. Julie Utami says:

    Jeng, ambil aja kasus ini sebagai pembelajaran. Bagusnya memang harus dipecat, soalnya dia bisa jadi “barang busuk” di asrama deh dengan kelakuannya yang nggak terpuji itu.

    Selamat akhir pekan, semoga bahagia ya!

    • ulillala says:

      betul bun, yang teman2 heran itu kok ya ga ada rasa sesal sama sekali di wajahnya, benar2 seolah2 tak ada kejadian apa2…

      memang sebuah pelajaran berharga sekali…
      selamat akhir pekan juga bun, gimana kabar? sudah lama saya tidak inguk2

      • Julie Utami says:

        Di kost-kostan anak saya juga ada penghuni semacam ini yang kerjanya ngambil barang penghuni lainnya tanpa rasa bersalah meski sudah kena tegur ibu kost berkali-kali. Barang orang lain itu dia pakai di kamarnya, enggak pernah dikeluarkan lagi. Kata anak saya ketahuannya waktu ada yang main ke kamarnya.

        Lama-lama akhirnya satu demi satu penghuni rumah kost itu pindah sebab dia tetap aja bercokol di situ tanpa rasa malu.

        Kabar saya biasa aja kok. BTW kabar ibu di Semarang gimana?

      • ulillala says:

        wah kenapa gak bu kostnya ngusir dia, kalo yg kost pada pergi gara2 miara maling apa ga rugi ya?

        Pangestunipun bun, kabar ibu baik
        usus buntu bisa dibilang 99% sembuh
        tinggal ngurangi kolestrol aja karena ternyata ini yang memicu darah tinggi yang ga pernah turun2

  2. Erit07 says:

    Sudah salah ngancam lagi…

  3. chris13jkt says:

    Kalau memang yang bersangkutan tidak ada rasa menyesal, ya memang lebih baik dikeluarkan, Mbak. Buat apa tindakan salah ditolerir terus menerus?

  4. seniorjowo says:

    Iku jenenge KLEPTOMANIE….penyakit nyolong, ora iso diobati…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s