Harta Karun Senilai Rp. 10.000,-

Banyak orang tergiur begitu mendengar harta karun, dan harta karun itu sendiri sering dianggap sesuatu yang bernilai sangat mahal bahkan mungkin tak terjangkau oleh angka karena saking berharganya, sehingga hanya bisa dinilai lewat sejarahnya saja. Namun lain orang lain maknanya, begitupun aku, bagiku harta karun bukanlah sekedar harta terpendam dengan nilai juta atau milyar sekalipun. Berupa emas atau berlian, namun sesuatu yang sebenarnya sungguh sepele bagi banyak orang.

Beberapa waktu lalu, aku bermimpi bahwa aku kehilangan sebuah motor yang dalam dunia nyata aku tak memiliki motor itu. Motor yang aku miliki jenis motor bebek merk Jepang sementara yang di mimpi adalah motor matic, yang tak pernah saya inginkan. Aku pikir, ah cuman mimpi, untung cuman mimpi tapi kenyataan yang terjadi….

Selang beberapa hari, aku diajak suster nganterin belanja kebutuhan showroom di pasar 16. Ketika pulang tanpa berencana membeli apapun tiba-tiba aku melihat rok yang sangat aku inginkan untuk seragam kerja lantas dengan harga yang cukup murah setelah tawar-menawar aku beli rok itu. Sebenarnya rok itu pas tapi terlalu panjang dan temanku yang hendak membetulkan rok nawarin untuk motong rok itu ke penjahit. Aku pakai lalu ku ukur dan aku tandai, beberapa hari jadi namun….. Weladalah… roknya pendek minta ampuuun, dan ketimbang marah-marah ga karuan sementara rok baru sudah dipotong, aku berikan saja ke temanku itu dan aku menolak untuk diganti karena saking sebelnya aku sama dia. Entah ini salah dia atau salah penjahit tapi itu mleset dari ukuran yang aku berikan. Ga tanggung-tanggung bukan cuman satu rok tapi langsung dua yang dipotong salah! Nasib dah kehilangan rok baru yang belum sempat dipakai plus rok lama.

Hanya selisih tiga atau empat hari, aku punya waktu luang dan ketimbang stress mikir kehilangan rok, aku bermaksud bikin prakarya. Prakarya yang aku kerjakan sendiri ada beberapa macem, ngukir sabun, bikin frame dari kertas bekas, belajar nyulam payet dan obsesi terakhir tuh pengen bikin kap lampu dan kebetulan bahan sudah tersedia lengkap setelah beberapa bulan mencoba hunting bahan pelengkap dan ga dapet ealah ternyata di pasar sebelah malah ada. Setelah ublek-ublek lemari dan kesana kemari nyari tas plastik yang berisi bahan-bahan prakarya yang baru aku beli ga nemu juga. Tanya teman yang piket apakah nemu, ternyata ga ada yang ngaku pernah nemu. Lalu duduk dan mengingat-ingat… sampai kantong sampah yang siap angkutpun aku bongkar lagi tapi ga ketemu juga.

Kemudian aku ingat, waktu itu aku bikin patung burung hantu dari sabun lalu kantong itu ketinggalan di teras belakang dan pas hari berikutnya temenku yang aku titipin rok itu yang piket. Aku tanya, dia memang nemu kantong plastik itu, tapi sialnya dia tidak cek isinya dan langsung dimasukin ke kantong sampah! Seketika aku pengen pingsan dah… lemes dan jatuh terduduk dilantai mau nangis dan ketawa beberangan. Lemes bener waktu itu ngrasanya….

Temenku bilang, “Ngapa mbak nangis?” Dalam hati ak pengen teriak sekencangnya bahwa ak baru saja kehilangan harta karunku tapi saat itu karena lemes aku cuman geleng kepala aja dan bilang, “Kau tak akan pernah ngerti apa yang aku rasa.” Dikantong plastik itu isinya ada 3 plastik sendok es krim plastik, jumlahnya seratusan, aneka macam payet, aneka macam kancing baju dari yang plastik sampai yang terbuat dari batok kelapa, aneka ukuran mata untuk boneka, pita-pita, benang sari plastik dan banyak lagi macamnya. Memang kalau ditotal ga sampai seratus ribu, sementara harga payet sendiri cuman seribu per bungkusnya. Sendok es krim yang hampir seratusan itu hanya sepuluh ribu, tapi itulah yang aku buru selama ini!

Kehilangan bisa diganti tapi bagiku bukan masalah ganti itu tapi rasa menyesal dari si pelaku yang dua kali berturut-turut sudah bikin kecewa dan pengen marah itu yang aku harapkan, supaya ia lebih berhati-hati dan peka dengan perasaan orang. Namun rasa sesal itu juga tak muncul bahkan niatan gantipun tidak ada! Akhirnya, saking marahnya aku packing semua alat-alat prakaryaku dan aku bawa pulang ke Semarang kemarin pas mudik! Tidak ada lagi pernak-pernik, tidak ada lagi waktu luang untuk bikin prakarya, tidak ada lagi utak-utik, apalagi sekarang lagi ga da duit, sudah deh mending online gratisan aja untuk ngisi waktu luang nih.

Harta karun yang sangat murah, benda yang sangat mudah didapat, tapi ketika disini benda itu susah aku dapat dan setelah dapat disayang-sayang ealah malah hilang… iklas… mau tak mau…

Advertisements

About ulillala

keep learning, writing, traveling, cooking and being me
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s