Operasi Itu… #2 Gagal Atau Berhasil?

Sabtu minggu kemarin adalah terakhir kali aku membawa ibu ke rumah sakit untuk ganti tampon dan dr. rs hanya menyarankan untuk melakukan ganti tampon tiap hari, bisa dipuskesmas yang ada bidannya atau di klinik, karena memang kalau dirumah sakit biayanya sungguh makin lama makin tak terjangkau. Sore hari aku minta tetangga nganterin ke dokter praktek langganan ibu dan tanya, bisa ga ganti tampon dan dia bisa.

Minggu sore itu akhirnya aku bawa ibu ke dr. Kuryati langganannya dan aku kaget mendengar reaksi dr. Kuryati begitu ia melihat luka ibu.

dr. : “Ya Allah bu, kok seperti ini sih lukanya?” Sambil berkacak pinggang dan menggeleng-gelengkan kepala dengan raut yang sedikit cemas. Kemudian aku ceritakan kronologi perawatan ibu kepada dr. Karyati.

dr. : “Seharusnya operasi usus buntu cuma butuh 3 hari paling lama ya seminggu sudah sembuh. Tapi ini kenapa lubangnya besar dan dalam sekali, takutnya sampai ke usus besarnya.”

Aku tak tahu harus ngomong apa, tapi ini hanya menambah kecemasanku saja meski aku tetap memegang harapan bahwa ibu bisa sembuh.

dr. : “Kenapa dokternya tidak bertanggung jawab, lihat ini hasil kerjanya seperti ini?! Balik saja ke dokternya dan minta dia suruh memperbaiki hasil kerjanya, siapa sih dr. nya?!” Sesekali bu dokter istifar saat merawat luka ibu.

Aku : “Dr. bedah umum bu.” Kontan dr. Karyati tertawa, tapi rasanya seperti tawa ironis. Ibu memutuskan untuk menjalani operasi oleh dr. bedah umum karena kalau specialist kan biayanya ga kebayang deh.

Dr. Karyati juga memeriksa obat yang diberikan dr. rumah sakit, ada obat yang tidak boleh diminum lalu dia memberikan beberapa obat baru. Dr. Karyati benar-benar prihatin dengan keadaan ibu dan bersedia membantu ibu untuk mengganti tampon *kebanyakan dokter enggan melakukan pekerjaan ini*

Mulai hari minggu itu, aku dan ibu pasrah pada dr. Karyati untuk pengobatan selanjutnya. Lalu ibu berkata, “Dr. kata dr dari rumah sakit nanti 3 bulan setelah jahitan diambil ia minta saya balik lagi ke rumah sakit untuk merapikan bekas operasi.”

dr. Karyati : “Jangan bu, tidak perlu, merapikan apa, itu nanti perlahan dagingnya akan tumbuh ke keatas dan luka akan otomatis tertutup tanpa menimbulkan tonjolan apapun. Ibu tidak usah balik kesana, itu biayanya akan sangat banyak.”

Akhirnya mulai hari minggu itu kami pasrahkan perawatan ibu ke dr. Karyati. Tiap sore aku nganterin ibu dan nantinya akan dilanjutkan oleh tetangga. Hari ini aku cek luka ibu, tidak ada rembesan dari tampon, mudah-mudahan ini pertanda baik bahwa luka ibu mulai kering. Minggu depan mudah-mudahan ibu bisa gonceng motor jadi bisa mengurangi biaya transport. Bulan depan kalau sudah bener-bener kering mudah-mudahan tidak perlu 24 jam untuk mengganti tampon tapi bisa 30 jam, jadi lebih irit lagi, mengingat aku cuman sekali terima gaji tiap bulannya dan kalo tiap hari ke dr. jelas tidak cukup…

Itu hanya perencanaanku, selebihnya terjadilah menurut kehendak Tuhan apa yang baik untuk kami.

Advertisements

About ulillala

keep learning, writing, traveling, cooking and being me
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Operasi Itu… #2 Gagal Atau Berhasil?

  1. tinsyam says:

    dari tadi pengen tanya, tampon itu maksudnya kaya kain kasa yang dikasih tensoplas gitu ya? bukan tampon yang dimasukin ke vagina?

    • ulillala says:

      tampon itu kain kasa (kain perban steril) yang diberi betadin lalu dimasukan ke lubang luka, selanjutnya luka diperban. cara kerjanya hampir kek tampon yang dimasukan ke vagina tapi ini di luka dan bentuknya juga bukan kek peluru (tampon untuk haid) tapi ada yang perban steril biasa lalu dilipat kecil agar bisa masuk ke lubang luka dan ujungnya dibiarkan diluar sedikit agar pas ganti bisa ditarik.

  2. tinsyam says:

    dikau bisa gugat rs-nya tuh sampe ibu luka bekas operasinya begitu..

    • ibuseno says:

      Iya..sih sebetulnya bisa gugat, asal tidak merepotkan dan nambah biaya gugat Mbak..
      mesake ibunya.. GWS ya ibunya Mbak Lala

      • ulillala says:

        iya bu Seno, proses kek gitu akan sangat meropotkan dan menambah beban pikiran saja.

        paling tidak ibu agak tenang dalam penanganan dr. Kuryati yang baik hati dan ramah ini.

    • ulillala says:

      aduh mbak, aku ga siap ngadepin urusan yang berentet panjangnya sementara waktuku di semarang cuman sebentar.

      ibu sendiri pasti juga menolak untuk bertindak lebih lanjut (berurusan dengan hukum)

  3. Julie Utami says:

    Nak Lala, lha dokter bedah umum kan spesialis juga, cuma memang bukan sub-spesialis. Kalau dinalar, orang sakit usus buntu ya udah bener dong dibedah dokter bedah umum. Masak dibedah dokter bedah syaraf atau bedah tumor, iya kan?!

    Perkarakan aja RS nya jeng, mestinya kan nggak sampai jadi begini, itu pendapat dokter Karyati yang bukan dokter spesialis, gitu. Boleh juga pergi ke dokter bedah lain lagi untuk menguatkan pendapat dokter Karyati.

    Semoga cepat kering dan sembuh kembali ya. Saya kalau habis operasi di perut, istirahatnya tiga bulan lho nggak ngangkat-ngangkat nggak juga ngapa-ngapain.

    • ulillala says:

      aku kurang tahu bun, dr. bedah khusus itu apa
      soalnya sebelum operasi ibu ditawari begitu, mau dr. bedah umum atau yang specialis.

      kalau mesti memperkarakan rs nya akan sangat merepotkan pastinya, apalagi dengan kondisi ibu yang sendirian, haduuh… mending waktunya buat istirahat saja ketimbang mikir yang berat. takutnya tekanan darah makin melonjak *saat inipun masih lumayan tinggi*

      • Julie Utami says:

        Saya cuma bisa bantu doa semoga semua cepat pulih lagi ya. Dokter spesialis bedah itu ada yang sub spesialis, ini mungkin yang dimaksud waktu mereka tanya. Contohnya sub spesialis bedah tumor (onkologis), sub spesialis beda syaraf, sub spesialis bedah tulang gitu kayaknya.

      • ulillala says:

        iya, mungkin seperti itu bun.
        matur nuwun untuk doanya bun
        sama2 saling mendoakan aja bun.

  4. semoga ibunya segera diberikan kesembuhan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s